ISEI Cabang Semarang Dorong KEK Industropolis Batang Jadi Kawasan Industri Hijau Berkelas Dunia

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Synergy Policies, Universitas Negeri Semarang (UNNES), serta berbagai pemangku kepentingan menyelenggarakan kegiatan Stakeholder Engagement bertajuk “Diplomasi Dekarbonisasi yang Berdaya Ungkit: Merumuskan Strategi Kemitraan Transformatif” di KEK Industropolis Batang pada 5–7 Agustus 2026.

Kegiatan itu menjadi forum strategis untuk merumuskan rekomendasi kebijakan sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak dalam mendukung pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai Eco-Industrial Park (EIP) yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, Bank Indonesia, pemerintah daerah, pengelola dan tenant KEK Industropolis Batang, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi profesi, serta berbagai mitra pembangunan.

Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian diskusi, focus group discussion (FGD), hingga kunjungan lapangan ke KEK Industropolis Batang guna mengidentifikasi kesiapan ekosistem kawasan industri hijau sekaligus menyusun rekomendasi bagi penguatan diplomasi dekarbonisasi Indonesia.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri, Muhammad Takdir, menyebutkan kegiatan tersebut sangat tepat dan mengingatkan bahwa bentuk diplomasi yang dilakukan harus memiliki tujuan yang jelas.

“Tujuan pertama tentu dengan pengembangan dekarbonisasi, ini adalah sektor yang saya kira harus memiliki keunggulan. Nah untuk mencapai ke sana juga kita harus menyasar kemitraan-kemitraan dengan negara maju. Kedua adalah dengan mereka yang punya modal dalam dekarbonisasi,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Prof Dr H R Benny Riyanto SH MHum CN, menegaskan dekarbonisasi membutuhkan sinergi dari banyak pihak diantaranya, pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat luas.

“Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki korelasi yang sangat dekat. Karena perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan riset dan jurnal saja, namun juga menyajikan kajian berbasis bukti, menyiapkan aplikasi yang aplikatif, menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, serta mendampingi implemetnasi beberapa program pembangunan agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat yang luas. Termasuk di dalam hal ini adalah kebutuhan SDM dan teknologi bagi kawasan industri khusus ini,” ungkapnya.

Ia menambhakan bahwa saat ini merupakan saatnya menseriusi pembangunan industri dengan energi yang bersih, karena selama ini bumi ini rusak karena ulah-ulah tangan manusia sendiri. “Oleh karena itu, FGD hari ini diharapkan tidak hanya sebagai hasil catatan saja namun juga ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Saya lihat dari yang hadir sangat menjanjikan, dan di situ ada kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah dalam hal ini Kemenlu, dari NGO, dan kawasan itu sendiri,” bebernya.

Ia berharap konspe yang strategis tersebut menghasilkan konsep baru yang bisa dikonkritkan dan ditindaklanjuti serta diimplementasikan untuk pembangunan negara ini.

Berbagai sesi diskusi menghadirkan narasumber dari pemerintah, akademisi, organisasi profesi, dan pelaku industri untuk membahas implementasi teknologi dekarbonisasi, ekonomi sirkular, penguatan kapasitas tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, pembiayaan hijau, serta pengembangan kemitraan internasional dalam mendukung kawasan industri rendah karbon. Forum ini juga menghasilkan berbagai masukan mengenai pembagian peran pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat transformasi KEK Industropolis Batang menjadi kawasan industri hijau berstandar internasional.

Ketua ISEI Cabang Semarang, Prof. Dr. Sucihatiningsih D.W.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia menegaskan bahwa pengembangan KEK Industropolis Batang sebagai Eco-Industrial Park memerlukan kolaborasi yang lebih luas daripada sekadar investasi dan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, keberhasilan kawasan juga ditentukan oleh kesiapan tenaga kerja, keterlibatan UMKM, dukungan riset dan inovasi, serta kemampuan mengelola dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.

Prof. Sucihatiningsih juga menekankan bahwa kerja sama internasional perlu diarahkan pada hasil yang nyata, seperti transfer pengetahuan, pengembangan pemasok lokal, pelatihan instruktur, sertifikasi, program pemagangan, serta riset kolaboratif yang mampu memperkuat daya saing kawasan. Ia berharap hasil diskusi selama kegiatan dapat ditindaklanjuti menjadi rekomendasi yang jelas mengenai persoalan prioritas, pembagian peran, bentuk dukungan yang diperlukan, serta indikator keberhasilan implementasinya.

“Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, ISEI Cabang Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi profesi yang aktif menjembatani kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung pembangunan ekonomi nasional yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Forum ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat diplomasi dekarbonisasi Indonesia sekaligus mendorong KEK Industropolis Batang menjadi model kawasan industri hijau yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan lapangan ke KEK Industropolis Batang untuk melihat secara langsung implementasi pengembangan kawasan, berdialog dengan pengelola dan tenant, serta memperkuat pemahaman peserta terhadap tantangan dan peluang pengembangan Eco-Industrial Park di Indonesia.

source 1 : https://kuasakata.com/read/berita/128233-isei-cabang-semarang-dorong-kek-industropolis-batang-jadi-kawasan-industri-hijau-berkelas-dunia#

source 2 : https://wawasan.co/news/detail/23528/isei-semarang-perkuat-kolaborasi-nasional-dorong-kek-batang-jadi-percontohan-industri-hijau

source 3 : https://www.suaramerdeka.com/nasional/0417469721/kolaborasi-jadi-kunci-dekarbonisasi-isei-semarang-dorong-kek-industropolis-batang-jadi-kawasan-industri-hijau-berkelas-dunia#goog_rewarded

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *