,

Mempertemukan Gagasan dan Kebutuhan: ISEI Semarang dan KADIN Jawa Tengah Perkuat Sinergi Ekonomi

Ungaran, 24 September 2026 — Ketika dunia akademik bertemu dengan dunia usaha, yang dipertemukan bukan sekadar dua institusi, melainkan dua perspektif yang saling melengkapi. Pengetahuan, riset, dan pemikiran ekonomi bertemu dengan pengalaman, kebutuhan, serta dinamika dunia usaha. Dari pertemuan itulah sebuah kolaborasi dapat menemukan ruang untuk tumbuh.

Semangat tersebut hadir dalam Rapat Pimpinan Provinsi (RAPIMPROV) KADIN Jawa Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan di The Wujil Resort & Conventions, Kabupaten Semarang, Kamis (24/9). Mengangkat tema “Sinergi KADIN, Pemerintah, dan Dunia Usaha untuk Menyelaraskan Percepatan Investasi dengan Penguatan Infrastruktur Jawa Tengah”, RAPIMPROV menjadi ruang koordinasi dan sinkronisasi berbagai pihak dalam mendukung program serta pembangunan ekonomi di Jawa Tengah.

Di tengah forum tersebut, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah bersama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Dr. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, M.Si., selaku Ketua ISEI Cabang Semarang, dan Harry Nuryanto Soediro, S.E., M.M., selaku Ketua Umum KADIN Provinsi Jawa Tengah. Agenda tersebut menjadi salah satu rangkaian penandatanganan kerja sama dalam pembukaan RAPIMPROV KADIN Jawa Tengah Tahun 2026.

MoU tersebut dibangun atas kesadaran bahwa pengembangan ekonomi membutuhkan sinergi berbagai pihak. ISEI hadir dengan peran dalam pengembangan pemikiran, kajian, dan penelitian ekonomi, sementara KADIN memiliki peran dalam pengembangan dan pemberdayaan dunia usaha serta perekonomian daerah. Keduanya kemudian dipertemukan dalam satu kerangka kerja sama untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Kerja sama ini mencakup ruang yang cukup luas, tetapi memiliki satu benang merah: membawa pengetahuan dan kebutuhan dunia usaha ke dalam ruang kolaborasi yang lebih terarah. Kajian dan penelitian dapat dilakukan bersama untuk memahami persoalan ekonomi, bisnis, investasi, perdagangan, industri, kewirausahaan, hingga pembangunan daerah. Hasilnya dapat dikembangkan menjadi rekomendasi kebijakan dan policy brief yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan dunia usaha.

Ruang kolaborasi juga terbuka melalui seminar, diskusi, Focus Group Discussion (FGD), konferensi, forum ilmiah, dan forum bisnis. Di sisi lain, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan UMKM, kewirausahaan, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran akademisi, praktisi, profesional, dan pelaku usaha turut menjadi bagian dari kerja sama tersebut.

Dengan demikian, kerja sama ISEI Semarang dan KADIN Jawa Tengah tidak hanya berbicara tentang pertukaran gagasan. Ada upaya untuk menciptakan ruang agar gagasan dapat bertemu dengan kebutuhan nyata, dan agar kebutuhan dunia usaha dapat menjadi bagian dari kajian serta pemikiran ekonomi yang lebih relevan.

Yang tidak kalah penting, penandatanganan MoU ini bukan dimaksudkan sebagai akhir dari sebuah proses. Nota Kesepahaman tersebut menjadi landasan yang dapat ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama, rencana kerja bersama, atau bentuk dokumen pelaksanaan lainnya. Setiap kerja sama nantinya dapat diterjemahkan lebih lanjut ke dalam target, jadwal, mekanisme pelaksanaan, pembiayaan, serta pembagian hak dan kewajiban yang disepakati bersama.

Di titik inilah makna sebuah kerja sama menjadi lebih konkret. Sebab, kesepahaman akan memiliki arti ketika mampu diterjemahkan menjadi kegiatan, kajian, forum, pendampingan, dan program yang dapat dijalankan. Karena itu, Nota Kesepahaman juga menempatkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, saling menguntungkan, transparansi, dan akuntabilitas sebagai dasar pelaksanaan kerja sama, dengan evaluasi yang dapat dilakukan secara berkala.

Melalui sinergi ini, ISEI Semarang dan KADIN Jawa Tengah membuka ruang untuk mempertemukan keilmuan dengan praktik, riset dengan kebutuhan, serta pemikiran dengan dunia usaha. Sebuah langkah yang diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi Jawa Tengah melalui kolaborasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, ekonomi tidak hanya dibangun melalui angka dan kebijakan, tetapi juga melalui gagasan yang dipertemukan, pengetahuan yang dibagikan, dan kolaborasi yang diwujudkan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *